Bupati Siak Gandeng Tiga Balai Kementerian, Infrastruktur Jadi Prioritas 2026 untuk Dorong Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak semakin serius mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk mewujudkan target tersebut, Bupati Siak Afni Zulkifli menggandeng tiga balai teknis Kementerian Pekerjaan Umum dalam menyusun berbagai program prioritas pembangunan tahun 2026. Fokus utama yang dibahas meliputi peningkatan jalan nasional, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), hingga penguatan konektivitas kawasan industri dan sentra pertanian.

Komitmen itu dibahas dalam rapat koordinasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Riau, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III Riau yang berlangsung di Zamrud Meeting Room, Komplek Rumah Rakyat, Kota Siak, Kamis (16/7/2026).

Rapat tersebut dihadiri jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Selain mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan tahun 2025, pertemuan itu juga menjadi forum strategis untuk menyelaraskan usulan pembangunan daerah dengan program pemerintah pusat pada tahun anggaran 2026.

Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat arus investasi, serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.

Karena itu, Afni menilai sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Dengan dukungan kementerian melalui berbagai balai teknis, berbagai kebutuhan infrastruktur di Kabupaten Siak diharapkan dapat terealisasi lebih cepat.

"Dukungan pemerintah pusat sangat kami harapkan agar pembangunan di Kabupaten Siak berjalan lebih optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Afni.

Dalam kesempatan itu, Plt Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara, memaparkan sejumlah rencana pembangunan yang menjadi prioritas pada tahun 2026. Salah satu proyek yang mendapat perhatian khusus adalah penanganan ruas jalan nasional Simpang Lago–Pelabuhan Tanjung Buton.

Ruas jalan tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena menjadi akses utama menuju Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), yang saat ini tengah diusulkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Keberadaan jalan yang representatif akan mendukung aktivitas logistik, memperlancar mobilitas barang dan jasa, serta meningkatkan daya saing kawasan industri tersebut.

Selain penanganan jalan nasional, BPJN juga telah menyiapkan pembangunan akses menuju Pelabuhan Tanjung Buton melalui skema pendanaan multi years yang direncanakan dimulai pada tahun 2027.

Tak hanya itu, BPJN juga mengusulkan pembangunan ruas jalan Kampung Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan sepanjang sekitar 3,5 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp49 miliar. Jalan tersebut diharapkan mampu membuka keterhubungan antarwilayah sekaligus mempermudah akses masyarakat menuju pusat-pusat ekonomi.

Pembangunan ruas Buana Makmur–Buatan Baru sepanjang 3,6 kilometer juga akan dilanjutkan. Jalan tersebut diproyeksikan menjadi jalur penunjang kawasan pangan dan energi yang selama ini menjadi salah satu sektor unggulan Kabupaten Siak.

Sementara itu, Kepala BWS Sumatera III Riau, Daniel, menyampaikan bahwa Kabupaten Siak menjadi salah satu daerah yang memperoleh alokasi program sumber daya air terbesar di Provinsi Riau pada tahun depan.

Program yang akan dilaksanakan meliputi pemeliharaan rutin jaringan irigasi di Kecamatan Bungaraya serta rehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah lokasi, termasuk Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit.

Menurut Daniel, keberadaan jaringan irigasi yang baik sangat menentukan keberhasilan sektor pertanian. Dengan sistem irigasi yang optimal, produktivitas lahan dapat meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Siak memiliki sekitar 50 titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang berfungsi sebagai sumber pasokan air bagi lahan pertanian. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air, terutama saat musim kemarau.

Menanggapi pemaparan tersebut, Bupati Afni meminta agar seluruh program yang telah direncanakan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya percepatan penanganan jalan yang rusak, rehabilitasi jaringan irigasi, serta pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah yang masih membutuhkan akses air bersih.

Afni juga mengusulkan agar beberapa ruas jalan kabupaten yang memiliki fungsi strategis dapat ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional. Menurutnya, perubahan status tersebut akan mempercepat proses pembangunan sekaligus membuka peluang dukungan anggaran yang lebih besar dari pemerintah pusat.

"Tidak ada yang lebih baik selain menggerakkan seluruh instrumen pemerintah secara bersama-sama. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah," tegas Afni.

Selain infrastruktur jalan dan irigasi, Afni juga menyoroti pentingnya optimalisasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kecamatan Sabak Auh yang telah selesai dibangun. Ia meminta agar fasilitas tersebut segera difungsikan sehingga dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh berhenti pada tahap penyelesaian proyek semata, tetapi harus dipastikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Siak juga akan terus memperjuangkan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Program tersebut dinilai sangat penting untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan daerah yang menjadi penghubung antarwilayah dan pusat-pusat ekonomi masyarakat.

Dengan infrastruktur yang semakin baik, biaya distribusi hasil pertanian dan perkebunan dapat ditekan, akses menuju kawasan industri semakin lancar, serta investasi baru akan lebih mudah masuk ke Kabupaten Siak.

Rapat koordinasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam membangun daerah melalui kolaborasi yang kuat dengan pemerintah pusat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui dukungan tiga balai kementerian dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Siak optimistis berbagai program prioritas infrastruktur tahun 2026 dapat direalisasikan. Pembangunan jalan, irigasi, air bersih, dan konektivitas kawasan industri diyakini akan menjadi penggerak utama menuju Siak yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera.(*02/cinta)