Pemkab Siak Perkuat SDM Pelabuhan, TKBM Didorong Bersertifikat dan Utamakan Keselamatan Kerja
SIAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kepelabuhanan dengan meningkatkan kompetensi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Langkah ini diwujudkan melalui pelatihan dan uji kompetensi yang bertujuan mencetak pekerja pelabuhan yang profesional, memiliki sertifikasi resmi, serta menjunjung tinggi budaya keselamatan kerja di kawasan industri dan Pelabuhan Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit.
Program peningkatan kompetensi tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Siak dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan sektor logistik dan kepelabuhanan di daerah.
Komitmen itu ditegaskan Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, saat membuka kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Tenaga Kerja Bongkar Muat yang diikuti 40 peserta di Hotel Winaria, Siak Sri Indrapura, Rabu (15/7/2026).
Menurut Syamsurizal, perkembangan kawasan industri dan meningkatnya aktivitas di Pelabuhan Tanjung Buton menuntut tersedianya tenaga kerja yang memiliki kemampuan sesuai standar nasional. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
"Seluruh tenaga kerja bongkar muat harus bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP). Melalui pelatihan dan uji kompetensi ini, mereka memiliki keterampilan yang terstandar dan diakui secara resmi," ujar Syamsurizal, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa keberadaan tenaga kerja yang profesional tidak hanya akan meningkatkan produktivitas pelabuhan, tetapi juga mampu menekan risiko kecelakaan kerja yang selama ini menjadi perhatian dalam aktivitas bongkar muat barang.
Keselamatan kerja, kata dia, harus menjadi budaya yang diterapkan oleh seluruh pekerja pelabuhan. Dengan memahami prosedur kerja yang benar, penggunaan alat pelindung diri, hingga tata cara penanganan barang sesuai standar, maka lingkungan kerja akan menjadi lebih aman dan efisien.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan. Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Buton, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Siak, serta jajaran pengurus Koperasi TKBM.
Kehadiran berbagai instansi tersebut menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait dalam meningkatkan kualitas SDM kepelabuhanan di Kabupaten Siak.
Syamsurizal memberikan apresiasi kepada Koperasi TKBM yang dinilai telah mengambil langkah maju dengan menyelenggarakan pelatihan dan uji kompetensi untuk pertama kalinya di Kabupaten Siak.
Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan tonggak penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi kebutuhan dunia industri yang semakin berkembang.
"Kami mengapresiasi Koperasi TKBM yang telah memulai langkah ini. Ini bukan hanya soal sertifikat, tetapi juga membangun budaya kerja yang profesional dan mengutamakan keselamatan," katanya.
Ia berharap pelatihan serupa tidak berhenti pada kegiatan kali ini, melainkan dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sehingga semakin banyak pekerja yang memperoleh sertifikat kompetensi.
Dengan semakin banyaknya tenaga kerja yang bersertifikasi, peluang masyarakat lokal untuk bekerja di sektor logistik dan kepelabuhanan juga akan semakin terbuka lebar.
Wabup Siak juga meminta Kantor KSOP bersama instansi terkait memperluas akses pelatihan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan industri Pelabuhan Tanjung Buton.
Wilayah yang menjadi prioritas antara lain Tanjung Buton, Mengkapan, Sungai Apit, Tanjung Pal, Lalang, hingga desa-desa lain yang memiliki potensi tenaga kerja di sekitar kawasan pelabuhan.
"Semakin banyak masyarakat yang memiliki kompetensi dan sertifikat, semakin besar peluang mereka bekerja di sektor kepelabuhanan dan logistik yang terus berkembang di Kabupaten Siak," ujarnya.
Selain memperbanyak pelatihan, Pemkab Siak juga berencana memperluas kerja sama dengan Kementerian Perhubungan melalui BPSDM agar dapat menghadirkan balai pelatihan kepelabuhanan di Kabupaten Siak.
Keberadaan balai pelatihan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus mengikuti pendidikan atau pelatihan di luar daerah.
Jika fasilitas tersebut dapat direalisasikan, biaya pelatihan akan menjadi lebih terjangkau, akses masyarakat semakin mudah, dan jumlah tenaga kerja bersertifikat di Kabupaten Siak diperkirakan meningkat secara signifikan.
Langkah ini sekaligus mendukung visi pemerintah daerah dalam membangun SDM unggul yang mampu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Hamdan, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, selama ini dirinya belum pernah mendapatkan pembelajaran secara khusus mengenai prosedur keselamatan kerja yang sesuai standar.
"Pelatihan ini menambah pengetahuan kami tentang cara bekerja yang lebih aman. Harapannya, keselamatan kerja para pekerja pelabuhan semakin baik," ungkap Hamdan.
Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat karena tidak hanya membahas teknik bongkar muat, tetapi juga aspek keselamatan, disiplin kerja, hingga tanggung jawab sebagai pekerja profesional.
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi para pekerja dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dengan adanya sertifikasi kompetensi, para tenaga kerja tidak hanya memiliki pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki, tetapi juga memiliki nilai tambah ketika memasuki pasar kerja di sektor logistik, pelabuhan, maupun industri lainnya.
Melalui program peningkatan kompetensi ini, Pemerintah Kabupaten Siak optimistis mampu mencetak tenaga kerja bongkar muat yang profesional, kompeten, berdaya saing tinggi, serta mampu mendukung kemajuan kawasan industri dan Pelabuhan Tanjung Buton sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Siak.(*02/cinta)








Tulis Komentar