Agendakan Penabalan Gelar Datuk Setia Amanah, Bupati Anton Minta LAMR Dudukkan Posisi Lima Luhak

ROKAN HULU – Komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam menjaga eksistensi adat dan budaya Melayu kembali ditegaskan melalui pertemuan antara Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM dengan jajaran pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hulu. Pertemuan yang berlangsung hangat di Rumah Dinas Bupati, Rabu (8/7/2026), tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan adat di Negeri Seribu Suluk.

Rombongan LAMR Rohul dipimpin langsung Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Rohul, Datuk H. Zulyadaini bergelar Datuk Saudagar Rajo. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Anton yang didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Rohul Drs. H. Yusmar, M.Si serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul H. Helfiskar, SH, MH.

Pertemuan tersebut mengusung agenda utama membahas kesiapan prosesi penabalan Bupati Anton sebagai Datuk Setia Amanah, sebuah gelar adat yang memiliki makna mendalam dalam tradisi Melayu. Gelar itu bukan sekadar simbol penghormatan kepada kepala daerah, melainkan juga amanah moral agar pemimpin daerah mampu menjaga marwah adat, melestarikan budaya Melayu, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain membahas prosesi penabalan, diskusi juga mengulas berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan penguatan peran LAMR sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya di tengah perkembangan zaman.

Ketua DPH LAMR Rohul, H. Zulyadaini, mengatakan silaturahmi tersebut berlangsung penuh keakraban dan menghasilkan sejumlah kesepahaman penting antara pemerintah daerah dan lembaga adat.

Menurutnya, komunikasi yang selama ini terjalin semakin diperkuat melalui dialog terbuka sehingga berbagai persoalan yang sempat berkembang di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan semangat musyawarah.

"Alhamdulillah, silaturahmi hari ini berjalan dengan baik. Kami membahas hubungan antara pemerintah daerah dan LAMR, sekaligus memastikan berbagai hal yang selama ini menjadi pembicaraan di luar telah diselesaikan melalui musyawarah. Semoga ke depan hubungan ini semakin erat dan membawa manfaat bagi masyarakat," ujar Zulyadaini.

Ia menjelaskan, persiapan penabalan Bupati Anton sebagai Datuk Setia Amanah pada dasarnya telah memasuki tahap akhir. Berbagai kebutuhan pelaksanaan, termasuk dukungan anggaran, telah dipersiapkan. Saat ini, pihaknya tinggal menyelesaikan pembentukan panitia serta menentukan jadwal pelaksanaan prosesi adat tersebut.

"Secara prinsip persiapan sudah berjalan, anggaran juga telah disesuaikan. Saat ini kami tinggal menunggu rapat berikutnya untuk membentuk panitia serta menentukan waktu pelaksanaan. Setelah itu seluruh rangkaian kegiatan akan segera dipersiapkan," jelasnya.

Menurut Zulyadaini, prosesi penabalan nantinya akan dilaksanakan sesuai tata cara adat Melayu yang berlaku di Rokan Hulu. Seluruh tahapan akan melibatkan tokoh adat, ninik mamak, pemangku adat, serta berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas mekanisme pemberian rekomendasi dari LAMR kepada bakal calon kepala desa. Menurutnya, aturan mengenai hal tersebut masih dalam tahap perumusan agar memiliki dasar hukum yang kuat serta dapat diterapkan secara adil dan transparan.

"Ketentuan mengenai rekomendasi itu nantinya akan dirumuskan secara resmi oleh lembaga adat. Mekanismenya akan disusun dengan mengacu pada aturan yang berlaku sehingga prosesnya jelas, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Sementara itu, Bupati Anton menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu memandang LAMR sebagai mitra strategis dalam menjaga identitas daerah. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan pelestarian adat dan budaya sebagai jati diri masyarakat Melayu.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung setiap program LAMR yang bertujuan memperkuat nilai-nilai budaya, meningkatkan peran lembaga adat, serta menjaga keharmonisan kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anton juga menyampaikan harapan agar LAMR Rohul segera mendudukkan posisi lima luhak sebagai bagian penting dalam struktur adat Melayu di Kabupaten Rokan Hulu. Menurutnya, kejelasan posisi lima luhak akan memperkuat kelembagaan adat sehingga mampu menjalankan fungsi pembinaan dan pelestarian budaya secara lebih efektif.

Anton menilai keberadaan lima luhak memiliki nilai historis dan filosofis yang sangat penting dalam sistem adat Melayu. Karena itu, penataan posisi tersebut perlu menjadi perhatian agar tidak menimbulkan perbedaan pandangan di kemudian hari.

Dengan struktur kelembagaan adat yang semakin kuat, pemerintah optimistis berbagai agenda adat, termasuk prosesi penabalan gelar Datuk Setia Amanah, dapat terlaksana secara khidmat, tertib, dan menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat.

Bupati juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah daerah dan lembaga adat. Menurutnya, sinergi yang baik akan melahirkan kebijakan pembangunan yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.

Ia berharap LAMR terus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah budaya Melayu sekaligus menjadi perekat persatuan masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa hubungan antara Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dan LAMR Rohul terus berjalan harmonis. Kedua belah pihak memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kelestarian adat sebagai warisan budaya yang tidak ternilai.

Rencana penabalan Bupati Anton sebagai Datuk Setia Amanah pun diharapkan menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Rokan Hulu. Prosesi tersebut bukan hanya bentuk penghormatan kepada kepala daerah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dalam membangun daerah yang maju tanpa meninggalkan akar budaya Melayu.

Dengan komunikasi yang semakin solid, dukungan seluruh tokoh adat, serta komitmen pemerintah daerah, pelaksanaan penabalan tersebut diyakini akan menjadi tonggak penting dalam memperkokoh nilai-nilai adat, mempererat persatuan masyarakat, sekaligus mempertegas identitas Rokan Hulu sebagai Negeri Seribu Suluk yang menjunjung tinggi adat, budaya, dan kearifan lokal.(*02/cinta)