Pria Ditemukan Meninggal di Kios Bangkinang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

BANGKINANG – Suasana tenang di Jalan Lintas Prof. M. Yamin, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, mendadak berubah menjadi duka setelah seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi sebuah kios, Kamis (9/7) pagi. Penemuan tersebut mengundang perhatian warga sekitar dan memicu penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Korban diketahui bernama Abdul Rahman (38), seorang wiraswasta yang berdomisili di Jalan Pramuka, RT 003 RW 017, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota. Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman meski hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kapolres Kampar AKBP Boby Ramadhan Sebayang melalui Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 08.30 WIB terkait penemuan seorang pria yang diduga telah meninggal dunia di dalam kios yang ditempatinya.

"Setelah menerima laporan, personel Polsek Bangkinang Kota bersama Tim Inafis Polres Kampar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi. Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan tergeletak di dalam kamar mandi kios," ujar AKP Gede.

Menurutnya, penanganan dilakukan secara cepat untuk memastikan kondisi di lokasi sekaligus mengumpulkan berbagai petunjuk yang dapat membantu mengungkap penyebab kematian korban.

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 08.00 WIB ketika seorang tetangga korban bernama Yurmanilis mencium aroma tidak sedap yang berasal dari kios tempat Abdul Rahman berada. Awalnya saksi merasa curiga karena aroma tersebut semakin menyengat, sementara kios dalam keadaan tertutup rapat.

Karena tidak mendapatkan respons dari dalam kios, Yurmanilis kemudian menghubungi pemilik kios, Muslim, agar bersama-sama melakukan pengecekan.

Muslim datang membawa kunci cadangan dan membuka pintu kios. Setelah masuk ke dalam, ia menemukan Abdul Rahman sudah dalam posisi tergeletak di kamar mandi dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Menyadari kondisi tersebut, kedua saksi segera menghubungi pihak kepolisian agar dilakukan penanganan sesuai prosedur.

Tak lama berselang, Kapolsek Bangkinang Kota Iptu Eko WN Besari bersama personel tiba di lokasi untuk mengamankan area. Selanjutnya Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polres Kampar melakukan olah tempat kejadian perkara, mendokumentasikan kondisi lokasi, serta memeriksa tubuh korban.

Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kronologi penemuan jenazah maupun aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Sekitar pukul 09.30 WIB, jenazah menjalani pemeriksaan luar atau visum sebagai bagian dari proses penyelidikan. Namun, pihak keluarga memutuskan menolak dilakukannya autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan di hadapan penyidik Satreskrim Polres Kampar.

Meski demikian, penyelidikan tetap dilanjutkan berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan luar terhadap jenazah, serta keterangan dari keluarga dan para saksi.

AKP I Gede Yoga Eka Pranata mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, penyidik belum menemukan indikasi adanya tindak pidana maupun keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

"Hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil olah TKP sementara serta keterangan saksi-saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi," jelasnya.

Informasi mengenai riwayat penyakit tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses penyelidikan. Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah kondisi kesehatan korban menjadi penyebab langsung kematiannya.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa penyebab pasti meninggalnya Abdul Rahman masih dalam proses pendalaman. Polisi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar setiap kesimpulan yang diambil benar-benar berdasarkan fakta dan hasil penyelidikan.

Selain memeriksa lokasi kejadian, penyidik juga terus menggali informasi dari keluarga korban mengenai kondisi kesehatan, aktivitas terakhir, hingga riwayat penyakit yang pernah diderita.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Penemuan jenazah di dalam kios sempat mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat berkumpul di sekitar lokasi untuk menyaksikan proses identifikasi yang dilakukan petugas.

Aparat kepolisian kemudian mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun demi menjaga kelancaran proses olah TKP sekaligus menghindari munculnya spekulasi yang belum tentu benar.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum sehingga informasi yang berkembang tetap berdasarkan fakta.

Kasus penemuan jenazah seperti ini, menurut kepolisian, selalu ditangani melalui prosedur yang berlaku. Setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lokasi, identifikasi korban, pengumpulan barang bukti, pemeriksaan medis, hingga meminta keterangan para saksi.

Seluruh tahapan tersebut bertujuan memastikan apakah kematian seseorang terjadi secara wajar, akibat penyakit, kecelakaan, atau terdapat unsur tindak pidana.

Dalam kasus Abdul Rahman, hasil awal menunjukkan tidak adanya luka atau bekas kekerasan pada tubuh korban. Namun demikian, penyidik masih menunggu hasil pendalaman dari pemeriksaan luar serta analisis terhadap seluruh keterangan yang telah dihimpun.

Polisi berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai penyebab kematian korban. Semua perkembangan penyelidikan akan disampaikan setelah diperoleh hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kepekaan tetangga yang mencium aroma tidak sedap dan segera melakukan pengecekan bersama pemilik kios membuat kejadian tersebut dapat segera diketahui dan ditangani aparat.

Hingga Kamis sore, Satreskrim Polres Kampar masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya Abdul Rahman. Meski dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan karena korban diketahui memiliki riwayat epilepsi, polisi menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap berjalan hingga seluruh fakta dapat dipastikan secara menyeluruh.(*02/cinta)