Diskominfo Siak Perkuat Kompetensi SDM Lewat Pelatihan Media Sosial dan AI
SIAK – Perkembangan teknologi digital yang begitu cepat menuntut setiap organisasi, termasuk pemerintah daerah, untuk terus beradaptasi. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan pola komunikasi masyarakat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak mengambil langkah strategis dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan media sosial dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan yang dikemas dalam workshop bertajuk “Capacity Building SDM Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak” itu digelar di Balairung Datuk Empat Suku, Siak, Selasa (23/6/2026). Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Diskominfo Siak dalam menjawab tantangan komunikasi publik di era digital yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kreativitas dalam penyampaian informasi.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan pengelolaan media sosial, kegiatan tersebut juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini mulai banyak digunakan dalam berbagai sektor, termasuk pemerintahan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak, Rozi Chandra, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi aparatur menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi sehingga pemerintah juga harus mampu menyesuaikan diri.
“Kegiatan ini kami laksanakan agar SDM Diskominfo Siak mampu mengikuti perkembangan teknologi digital yang terus bergerak cepat. Sebagai corong pemerintah daerah, kita harus mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, tepat, menarik, dan mudah dipahami,” ujar Rozi.
Ia menegaskan, Diskominfo memiliki posisi strategis sebagai pintu utama penyebaran informasi pemerintah daerah. Oleh sebab itu, aparatur yang bertugas di bidang komunikasi publik dituntut memiliki kemampuan yang mumpuni dalam mengelola informasi dan memanfaatkan teknologi digital.
Menurut Rozi, media sosial kini menjadi salah satu kanal utama masyarakat dalam memperoleh informasi. Kecepatan penyebaran informasi di ruang digital membuat pemerintah harus mampu menghadirkan konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.
“Media sosial dan teknologi AI saat ini perlu dipahami oleh aparatur Diskominfo agar dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung penyebarluasan informasi pemerintah kepada masyarakat agar tepat sasaran,” katanya.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi terkait strategi pengelolaan media sosial pemerintah, teknik pembuatan konten digital, pengelolaan informasi publik, serta cara meningkatkan interaksi dengan masyarakat melalui platform digital.
Para peserta juga dikenalkan dengan berbagai pemanfaatan AI dalam mendukung pekerjaan komunikasi publik, mulai dari pembuatan konsep konten, penyusunan naskah, analisis data audiens, hingga pengolahan informasi yang dapat membantu meningkatkan efektivitas kerja.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang keterbukaan informasi dan komunikasi digital, di antaranya Ketua Komisi Informasi Provinsi Riau serta dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Riau.
Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif baru kepada peserta mengenai pentingnya keterbukaan informasi publik dan strategi komunikasi di era digital. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai etika penggunaan media sosial dan tantangan penyebaran informasi di tengah maraknya hoaks dan disinformasi.
Rozi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan yang nantinya dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
“Saya berharap kawan-kawan mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Ilmu yang didapat hari ini jangan berhenti di ruangan ini saja, tetapi harus bisa ditularkan kepada admin dinas-dinas lain. Kita ingin ada perubahan dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan kapasitas SDM tidak hanya penting bagi Diskominfo, tetapi juga bagi seluruh perangkat daerah. Sebab, setiap organisasi perangkat daerah saat ini memiliki akun media sosial dan kanal informasi masing-masing yang membutuhkan pengelolaan secara profesional.
Karena itu, Diskominfo Siak ingin menjadi motor penggerak dalam pengembangan literasi digital dan pemanfaatan teknologi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Dengan begitu, penyebaran informasi pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.
Lebih jauh, Rozi juga mencanangkan lahirnya kader-kader digital di lingkungan Diskominfo yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang media sosial dan kecerdasan buatan.
“Saya juga ingin lahir kader-kader AI dan media sosial dari Diskominfo Siak. Nantinya, beberapa peserta akan didorong untuk berbagi pengetahuan dan membantu perangkat daerah lain agar pemanfaatan media sosial dan AI di lingkungan Pemkab Siak semakin berkembang,” tuturnya.
Pemanfaatan AI sendiri dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi digital pemerintahan. Teknologi tersebut dapat membantu mempercepat proses kerja, meningkatkan efisiensi, serta menghasilkan informasi yang lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, penggunaan AI juga harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Aparatur pemerintah tetap dituntut untuk melakukan verifikasi dan memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat serta sesuai dengan fakta.
Pelaksanaan workshop ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam membangun birokrasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Penguatan kapasitas aparatur di bidang komunikasi digital diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik sekaligus mendukung terwujudnya pemerintahan yang transparan dan responsif.
Di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat, kemampuan aparatur dalam menguasai teknologi menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Melalui pelatihan media sosial dan AI ini, Diskominfo Siak tidak hanya meningkatkan kompetensi pegawai, tetapi juga menyiapkan fondasi transformasi digital yang lebih kuat di lingkungan pemerintah daerah.
Dengan SDM yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, Diskominfo Siak optimistis dapat terus menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat, sekaligus memperkuat peran pemerintah daerah dalam membangun komunikasi publik yang efektif di era digital.(*02/cinta)








Tulis Komentar