Pilpeng Serentak Rohil 2026 Resmi Dimulai, 53 Kepenghuluan Siap Gelar Pemilihan

BAGANSIAPIAPI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir resmi memulai tahapan Pemilihan Penghulu (Pilpeng) Serentak Tahap I Tahun 2026 yang akan digelar di 53 kepenghuluan. Peluncuran tahapan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, di Gedung Misran Rais, Bagansiapiapi, Senin (29/6/2026).

Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya salah satu agenda demokrasi terbesar di tingkat desa di Kabupaten Rokan Hilir. Sebanyak 53 kepenghuluan akan melaksanakan pemilihan penghulu secara serentak untuk mengisi jabatan kepala pemerintahan desa yang masa baktinya telah berakhir. Pemerintah daerah berharap pelaksanaan Pilpeng mampu melahirkan pemimpin yang amanah, berkualitas, dan benar-benar mendapat kepercayaan masyarakat.

Mengusung tema "Amanah Dibalik Suara, Berkah Untuk Kepenghuluan", Pilpeng Serentak 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat demokrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pembangunan desa yang lebih maju.

Bupati Rokan Hilir H. Bistamam dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Pilpeng merupakan amanat peraturan perundang-undangan sekaligus bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan di tingkat kepenghuluan.

Menurutnya, penghulu memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi ujung tombak pelayanan publik. Berbagai program pembangunan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat pada akhirnya bermuara di desa dan dijalankan melalui kepemimpinan seorang penghulu.

"Karena itu, masyarakat harus menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Pilihlah calon yang memiliki integritas, kemampuan memimpin, serta komitmen membangun kepenghuluan," ujar Bupati.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi. Namun, seluruh masyarakat diminta tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah hubungan sosial di tengah masyarakat.

Menurut Bupati, siapa pun yang nantinya terpilih harus dihormati sebagai pilihan rakyat. Setelah proses pemilihan selesai, seluruh masyarakat diharapkan kembali bersatu untuk bersama-sama membangun desa.

Selain itu, Bistamam meminta seluruh panitia penyelenggara agar menjalankan tugas secara profesional, independen, jujur, dan transparan. Netralitas panitia menjadi kunci utama agar seluruh tahapan Pilpeng berjalan sesuai aturan dan hasilnya dapat diterima oleh semua pihak.

Ia juga mengajak aparat keamanan, pemerintah kecamatan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pemuda untuk ikut menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama seluruh rangkaian Pilpeng berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kepenghuluan (PMK) Kabupaten Rokan Hilir, Basri, mengatakan peluncuran tahapan Pilpeng menjadi langkah awal dalam mempersiapkan seluruh proses pemilihan di 53 kepenghuluan.

Menurutnya, Dinas PMK telah menyusun jadwal tahapan secara rinci agar pelaksanaan Pilpeng berlangsung tertib, tepat waktu, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Basri menjelaskan bahwa tahapan yang akan dilalui meliputi pembentukan panitia pemilihan di masing-masing kepenghuluan, pemutakhiran data pemilih, pendaftaran bakal calon penghulu, penelitian persyaratan administrasi, penetapan calon, masa kampanye, pemungutan suara, hingga penetapan calon penghulu terpilih.

"Seluruh tahapan harus berjalan sesuai regulasi. Kami akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar pelaksanaan Pilpeng berjalan lancar," katanya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah kecamatan juga terus diperkuat agar seluruh panitia memiliki pemahaman yang sama terhadap mekanisme penyelenggaraan Pilpeng.

Basri berharap seluruh calon penghulu dapat berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan penyampaian program kerja dan gagasan bagi kemajuan desa, bukan dengan menyebarkan informasi yang dapat memicu konflik di masyarakat.

Menurutnya, masyarakat saat ini semakin cerdas dalam menentukan pilihan. Oleh sebab itu, para calon diharapkan mampu menawarkan visi dan misi yang realistis serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

Lebih lanjut, Dinas PMK juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan Pilpeng. Tingginya angka partisipasi pemilih menjadi indikator bahwa demokrasi di tingkat desa berjalan dengan baik.

Masyarakat diimbau untuk datang ke tempat pemungutan suara pada hari pemilihan dan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Suara yang diberikan akan menentukan arah pembangunan kepenghuluan selama masa jabatan penghulu yang baru.

Pilpeng serentak juga diharapkan menjadi ajang pendidikan politik bagi masyarakat desa. Melalui proses pemilihan yang berlangsung secara terbuka dan demokratis, masyarakat dapat belajar mengenai pentingnya menghargai perbedaan pendapat serta menjaga persaudaraan meski memiliki pilihan politik yang berbeda.

Di sisi lain, pemerintah daerah optimistis pelaksanaan Pilpeng akan berlangsung aman berkat dukungan seluruh pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat kepenghuluan, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat.

Sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang damai selama proses pemilihan berlangsung. Pemerintah berharap seluruh pihak mampu mengedepankan musyawarah apabila muncul persoalan di lapangan sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan.

Pelaksanaan Pilpeng Serentak Tahap I Tahun 2026 menjadi salah satu agenda strategis Pemkab Rokan Hilir dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Dengan lahirnya penghulu-penghulu yang berkualitas, pembangunan desa diharapkan semakin cepat, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, dan pengelolaan potensi lokal dapat dilakukan secara lebih optimal.

Melalui tema "Amanah Dibalik Suara, Berkah Untuk Kepenghuluan", Pemkab Rokan Hilir mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pilpeng sebagai pesta demokrasi yang bermartabat. Setiap suara yang diberikan bukan hanya menentukan siapa yang akan memimpin kepenghuluan, tetapi juga menentukan masa depan pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan. Dengan komitmen bersama menjaga kejujuran, transparansi, dan persatuan, Pilpeng Serentak 2026 diharapkan menjadi contoh pelaksanaan demokrasi desa yang sukses, damai, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Rokan Hilir.(*02/cinta)