Dari Masjid Bangun Benteng Moral, Polsek Kepenuhan Gaungkan Kampung Tangguh Anti Narkoba Lewat Gerakan Sholat Subuh Berjamaah

ROKAN HULU – hallobintang.com – Perang melawan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk membangun benteng moral yang kuat agar generasi muda terhindar dari bahaya narkotika. Semangat itulah yang terus digelorakan Polsek Kepenuhan melalui Gerakan Sholat Subuh Berjamaah (GSSB) yang digelar di Masjid Al-Manan, Kelurahan Kepenuhan Tengah, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Minggu (19/7/2026).

Mengusung pendekatan religius dan pembinaan sosial, kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat hubungan antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, harmonis, sekaligus bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Sejak pukul 04.50 WIB, ratusan jamaah mulai memadati Masjid Al-Manan. Sekitar 130 jamaah dari berbagai kalangan hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya berisi ibadah, tetapi juga edukasi tentang pentingnya menjaga keluarga dan lingkungan dari ancaman narkotika.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes, S.H., bersama Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu Fraksi Partai Gerindra Muhammad Ilham, S.P., M.M., Dosen Fakultas Hukum Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Zulkifli Mansyur, S.H., M.H., CLA., Camat Kepenuhan Gustia Hendri, S.Sos., M.Si., Ketua GSSB Kecamatan Kepenuhan Ustaz Jhoni Adri, Ketua MUI Kecamatan Kepenuhan H. Makmur, S.Ag., M.Sy., Lurah Kepenuhan Tengah H. Muhammad Arif, S.KM., Ketua BKM Masjid Al-Manan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta personel Polsek Kepenuhan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah yang berlangsung khusyuk. Setelah itu, jamaah mendapatkan siraman rohani melalui ceramah agama yang disampaikan Ustaz H. Yurnalis, S.Ag., dilanjutkan sesi dialog interaktif, pelaksanaan Sholat Sunnah Isyraq, penyampaian pesan-pesan kamtibmas oleh Kapolsek Kepenuhan, hingga ditutup dengan sarapan bersama yang semakin mempererat silaturahmi antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Dalam sambutannya, IPTU Jonnes menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan mampu menolak segala bentuk penyimpangan, termasuk penyalahgunaan narkoba.

"Kami ingin masjid menjadi pusat pembinaan moral masyarakat. Dari masjid kita memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan membangun kesadaran bersama untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba," ujar Kapolsek.

Ia menjelaskan bahwa Polsek Kepenuhan saat ini tengah menjalankan program pembinaan bagi korban penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan rehabilitasi. Program tersebut bertujuan membantu para pengguna yang masih tergolong korban agar memperoleh kesempatan untuk pulih melalui rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial.

Menurut IPTU Jonnes, pendekatan humanis menjadi salah satu strategi penting dalam menyelamatkan masa depan masyarakat yang terjerumus akibat penyalahgunaan narkotika.

"Kami ingin mereka yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba mendapat kesempatan untuk berubah. Melalui rehabilitasi, mereka dapat kembali sehat, produktif, dan diterima di tengah masyarakat," katanya.

Kapolsek juga mengajak masyarakat agar tidak takut melaporkan anggota keluarga yang mengalami ketergantungan narkoba. Ia memastikan Polsek Kepenuhan siap memberikan pendampingan serta mengarahkan korban penyalahgunaan narkoba kepada mekanisme rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami mengimbau masyarakat untuk segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau datang langsung ke Polsek apabila mengetahui ada anggota keluarga yang membutuhkan pertolongan. Jangan takut, karena tujuan utama kami adalah menyelamatkan mereka," ungkapnya.

Meski demikian, IPTU Jonnes menegaskan bahwa Polri tetap bersikap tegas terhadap para pelaku kejahatan narkotika yang merusak kehidupan masyarakat.

"Program ini kami khususkan bagi pengguna yang membutuhkan pertolongan melalui pembinaan dan rehabilitasi. Namun terhadap bandar, pengedar, maupun pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari peredaran gelap narkotika, kami akan tetap melakukan penegakan hukum secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari para tokoh agama dan masyarakat yang hadir. Mereka menilai upaya pencegahan narkoba melalui pendekatan keagamaan merupakan langkah strategis karena mampu menyentuh kesadaran masyarakat secara langsung.

Selain menjadi media penyampaian pesan kamtibmas, Gerakan Sholat Subuh Berjamaah juga menjadi ruang dialog antara aparat kepolisian dan masyarakat. Berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat dapat disampaikan secara terbuka sehingga solusi dapat dicari bersama melalui semangat kebersamaan.

Kapolsek menambahkan, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum. Dukungan keluarga, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan gerakan ini sebagai langkah nyata membangun Kampung Tangguh Anti Narkoba, yaitu lingkungan yang peduli, saling mengawasi, serta berani mengambil tindakan ketika mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba.

"Kampung Tangguh Anti Narkoba bukan hanya slogan, tetapi gerakan bersama. Jika masyarakat kompak menjaga lingkungannya, ruang gerak pelaku peredaran narkoba akan semakin sempit," katanya.

Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 07.30 WIB itu berjalan aman, tertib, dan penuh keakraban. Suasana kebersamaan yang terjalin sejak pelaksanaan salat berjamaah hingga sarapan bersama menjadi gambaran eratnya sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Melalui Gerakan Sholat Subuh Berjamaah, Polsek Kepenuhan kembali menunjukkan bahwa pendekatan preventif dan pembinaan masyarakat merupakan bagian penting dari strategi menjaga keamanan dan ketertiban. Tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, Polri juga berupaya menjadi sahabat masyarakat yang aktif mengajak warga membangun lingkungan religius, harmonis, serta bebas dari ancaman narkoba.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dipupuk, harapan untuk mewujudkan wilayah hukum Polsek Kepenuhan sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba bukan sekadar cita-cita, tetapi menjadi gerakan nyata yang dimulai dari masjid, diperkuat oleh masyarakat, dan dijaga bersama demi masa depan generasi yang lebih baik.(*02/cinta)