Pemkab Siak Perjuangkan Akses Teluk Lanus, Potensi Pertanian 400 Hektare Siap Jadi Lumbung Pangan Baru

SIAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak terus menunjukkan komitmennya dalam membangun wilayah-wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses. Salah satu fokus utama adalah Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, yang dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian, namun belum berkembang secara maksimal akibat kondisi infrastruktur yang masih terbatas.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli, saat menghadiri pelantikan Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Siak periode 2026–2031 yang dirangkai dengan dialog bersama para petani di Balairung Datuk Empat Suku, Rumah Rakyat, Sabtu (11/7/2026).

Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi petani disampaikan secara terbuka. Salah satunya datang dari perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lestari

Kampung Teluk Lanus yang berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur dan fasilitas pertanian di daerah mereka.

Menurut perwakilan Gapoktan, selama ini petani di Teluk Lanus harus menghadapi berbagai tantangan. Selain akses transportasi yang jauh dan sulit dijangkau, mereka juga mengalami kesulitan mendapatkan sumber air tawar karena kondisi air di wilayah tersebut cenderung payau. Hingga kini, kebutuhan sumur bor sebagai sumber air bersih untuk mendukung aktivitas pertanian juga belum terpenuhi.

"Kami jauh, transportasi menjadi kendala. Air di sana payau dan sumur bor juga belum masuk. Kami berharap ada perhatian pemerintah agar pertanian di Teluk Lanus bisa lebih berkembang," ungkap perwakilan Gapoktan Lestari di hadapan Bupati Siak dan para peserta dialog.

Mendengar langsung aspirasi tersebut, Bupati Afni Zulkifli merespons dengan cepat. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera menindaklanjuti berbagai kebutuhan petani sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Afni menegaskan bahwa pembangunan di daerah terpencil merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Kabupaten Siak.

"Oke, nanti kami perjuangkan. Kami lagi berjuang supaya Teluk Lanus bisa kita buka keterisolasiannya," tegas Afni.

Menurutnya, pembukaan akses menuju Teluk Lanus bukan hanya bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Bupati Siak menjelaskan, Teluk Lanus memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar. Dari total lebih dari 400 hektare lahan yang tersedia, hingga saat ini baru sekitar 100 hektare yang dimanfaatkan oleh masyarakat.

Artinya, masih terdapat sekitar 300 hektare lahan yang berpotensi dikembangkan apabila akses transportasi, irigasi, dan sarana pendukung lainnya dapat dipenuhi secara bertahap.

Potensi tersebut dinilai mampu menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan Kabupaten Siak apabila dikelola secara optimal dengan dukungan pemerintah.

Selain fokus pada pembukaan akses, Pemkab Siak juga berkomitmen memenuhi berbagai kebutuhan alat dan mesin pertanian yang dibutuhkan petani.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pada kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Siak menyerahkan bantuan berupa satu unit traktor roda dua kepada kelompok tani di Teluk Lanus.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan lahan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas hasil pertanian masyarakat.

Afni menilai, pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya melalui penyediaan alat pertanian, tetapi juga harus didukung dengan infrastruktur yang memadai, termasuk akses jalan, transportasi, dan ketersediaan air bersih.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperjuangkan pembangunan di wilayah-wilayah yang selama ini masih terisolasi agar masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam meningkatkan taraf hidup.

Pelantikan Pengurus KTNA Kabupaten Siak periode 2026–2031 sendiri menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan para petani dan nelayan.
KTNA diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyerap berbagai aspirasi masyarakat, sekaligus menjadi wadah peningkatan kapasitas petani agar mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian modern.

Melalui komunikasi yang baik antara pemerintah dan kelompok tani, berbagai persoalan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama.

Pemerintah Kabupaten Siak juga menaruh perhatian besar terhadap sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah. Selain berkontribusi terhadap ketahanan pangan, sektor ini juga menjadi sumber penghasilan bagi ribuan masyarakat yang tinggal di kawasan pedesaan.

Karena itu, berbagai program peningkatan produksi pertanian, penyediaan alat mesin pertanian, pendampingan penyuluh, hingga pembangunan infrastruktur akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.

Bagi masyarakat Teluk Lanus, perhatian pemerintah ini menjadi harapan baru untuk mempercepat kemajuan kampung mereka. Dengan akses yang lebih baik, hasil pertanian diharapkan lebih mudah dipasarkan sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.

Ke depan, Pemkab Siak optimistis Teluk Lanus dapat berkembang menjadi salah satu kawasan pertanian unggulan di Kabupaten Siak. Potensi lahan yang luas, ditambah dukungan infrastruktur dan sarana pertanian yang memadai, diyakini mampu mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Komitmen Pemkab Siak membuka keterisolasian Teluk Lanus sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan kolaborasi antara pemerintah, KTNA, kelompok tani, dan masyarakat, cita-cita menjadikan Teluk Lanus sebagai sentra pertanian baru di Kabupaten Siak diharapkan dapat segera terwujud.(Leli )