Afni Temui Arwin AS Bersama Direktur Baru BSP, Meminta Restu untuk Mengembalikan Kejayaan Perusahaan Daerah
Pekanbaru – Langkah awal kepemimpinan baru PT Bumi Siak Pusako (BSP) tidak hanya dimulai dengan seremoni pelantikan, tetapi juga diawali dengan sebuah kunjungan penuh makna. Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengajak Direktur PT BSP yang baru dilantik untuk masa jabatan 2026–2031, Robi Junita, menemui mantan Bupati Siak pertama, Arwin AS, guna meminta doa, restu, dan nasihat demi masa depan perusahaan kebanggaan masyarakat Siak tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di Pekanbaru, Rabu (8/7/2026), menjadi simbol penghormatan kepada sosok yang memiliki peran besar dalam lahir dan berkembangnya BSP. Meski Arwin AS tidak dapat menghadiri pelantikan karena kondisi kesehatannya yang sedang menurun, Afni menilai kehadiran mantan bupati pertama itu tetap sangat penting, terutama sebagai tokoh yang meletakkan pondasi berdirinya perusahaan daerah di sektor minyak dan gas tersebut.
Usai melantik Robi Junita, Afni sengaja mengajak direktur baru BSP bersilaturahmi ke kediaman Arwin AS. Menurutnya, kepemimpinan yang baik tidak hanya berbicara mengenai strategi bisnis dan target produksi, tetapi juga menghargai sejarah serta jasa para pendahulu yang telah berjuang membangun daerah.
"Pada acara pelantikan tadi banyak tokoh masyarakat yang hadir. Ada Pak Syamsuar, Pak OK, Pak Wan, Pak Saleh, dan tokoh lainnya. Rasanya ada yang kurang karena Pak Arwin tidak bisa hadir akibat kondisi kesehatannya. Karena itu saya berinisiatif mengajak Direktur BSP yang baru bersilaturahmi, meminta doa sekaligus nasihat beliau," kata Afni.
Bagi Afni, Arwin AS bukan sekadar mantan kepala daerah. Ia merupakan tokoh yang memiliki keberanian memperjuangkan agar potensi minyak bumi di Kabupaten Siak dapat dikelola oleh badan usaha milik daerah. Perjuangan tersebut menjadi tonggak lahirnya PT Bumi Siak Pusako yang hingga kini menjadi salah satu aset strategis milik Pemerintah Kabupaten Siak.
Afni mengingatkan bahwa perjalanan BSP hingga mampu bertahan selama ini merupakan hasil estafet kepemimpinan. Setelah dirintis pada masa Arwin AS, pengelolaan perusahaan kemudian terus diperkuat oleh para kepala daerah berikutnya, termasuk pada masa kepemimpinan Syamsuar yang berhasil memperpanjang pengelolaan sumur minyak oleh BSP.
"Tanpa perjuangan beliau pada masa-masa awal, sejarah BSP tentu tidak akan seperti sekarang. Karena itu saya membawa nahkoda baru BSP untuk meminta doa dan mendengar nasihat beliau sebagai orang tua yang ikut membangun pondasi perusahaan ini," ujarnya.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Arwin AS menyampaikan berbagai pesan kepada Robi Junita maupun kepada Pemerintah Kabupaten Siak. Meski kondisi kesehatannya tidak lagi prima, semangat dan kepeduliannya terhadap masa depan Kabupaten Siak tetap terlihat.
Menurut Afni, Arwin menggambarkan kondisi daerah saat ini sebagai tantangan terberat yang pernah dihadapi sejak Kabupaten Siak berdiri. Jika pada masa-masa sebelumnya pemerintah daerah memiliki kemampuan fiskal yang kuat untuk membiayai pembangunan, kini situasinya jauh berbeda.
"Beliau mengatakan bahwa dari empat bupati yang dipilih langsung oleh rakyat, kondisi saat ini merupakan ujian paling berat. Dulu kondisi keuangan Kabupaten Siak sangat kuat sehingga banyak program pembangunan yang bisa dijalankan. Sekarang situasinya berbeda. Bahkan untuk memenuhi kewajiban terhadap pegawai saja pemerintah daerah menghadapi tantangan yang tidak ringan," ujar Afni mengulang pesan Arwin.
Karena itu, Arwin meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Siak tetap tegar menghadapi tantangan tersebut. Ia berharap pemerintah tidak kehilangan semangat dalam mencari solusi demi memperbaiki kondisi keuangan daerah.
Salah satu harapan besar yang disampaikan Arwin adalah agar PT Bumi Siak Pusako mampu kembali menjadi tulang punggung pembangunan daerah. Menurutnya, perusahaan daerah itu harus bangkit dan mampu meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Harapan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak yang sejak awal menargetkan BSP kembali menjadi perusahaan energi yang sehat, profesional, dan mampu memberikan dividen yang signifikan bagi daerah.
Kepada Direktur BSP yang baru, Arwin juga menitipkan pesan agar amanah besar yang diberikan pemerintah dan masyarakat dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai keberhasilan BSP bukan hanya diukur dari keuntungan perusahaan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kepercayaan masyarakat.
"Beliau berpesan agar BSP dikelola dengan sebaik-baiknya, karena BSP bukan sekadar perusahaan, tetapi juga bagian dari marwah masyarakat Siak dan Riau yang harus terus dijaga," kata Afni.
Menurut Afni, pesan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. BSP lahir dari perjuangan panjang agar kekayaan alam daerah dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Oleh sebab itu, setiap pemimpin perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan tata kelola perusahaan yang baik.
Meski sedang menjalani perawatan kesehatan, Arwin mengaku tidak pernah berhenti memikirkan Kabupaten Siak. Ia terus mendoakan agar daerah yang pernah dipimpinnya mampu keluar dari berbagai tantangan dan kembali mengalami kemajuan.
"Beliau selalu mengirimkan doa dan harapan terbaik agar Kabupaten Siak terus maju. Beliau juga meyakini dengan doa, semangat kebersamaan, serta kemampuan putra-putri Siak dan Riau, BSP akan mencapai titik balik dan kembali menjadi perusahaan daerah yang kuat," ujar Afni.
Bagi Robi Junita, kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga. Sebagai direktur yang baru menerima amanah memimpin BSP hingga tahun 2031, ia tidak hanya memperoleh kepercayaan dari pemerintah daerah, tetapi juga mendapat wejangan langsung dari tokoh yang menjadi bagian penting dalam sejarah perusahaan.
Pertemuan itu sekaligus menegaskan bahwa membangun BSP ke depan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan manajerial dan strategi bisnis. Dibutuhkan komitmen untuk menjaga nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri perusahaan serta menjadikan BSP sebagai instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tengah tantangan industri migas yang terus berubah dan kondisi fiskal daerah yang masih menghadapi tekanan, Pemerintah Kabupaten Siak berharap kepemimpinan baru BSP mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, meningkatkan produksi, serta mengoptimalkan potensi bisnis perusahaan.
Silaturahmi antara Afni Zulkifli, Robi Junita, dan Arwin AS pun menjadi awal perjalanan baru BSP. Sebuah langkah yang bukan hanya sarat makna penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga menjadi penegasan bahwa masa depan perusahaan daerah akan dibangun dengan semangat kebersamaan, pengalaman para pendahulu, dan optimisme untuk mengembalikan kejayaan BSP sebagai kebanggaan masyarakat Siak dan Provinsi Riau.(*02/cinta)








Tulis Komentar