Matangkan Persiapan MTQ Riau Ke-44, Kafilah Rohul Digembleng Lewat Training Center Intensif
ROKAN HULU – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terus mematangkan persiapan menghadapi ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026. Sebagai bentuk keseriusan dalam membina dan meningkatkan kemampuan para peserta, Pemkab Rohul melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu menggelar program pemusatan latihan atau Training Center (TC) bagi para qari dan qariah terbaik daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai III Hotel Gelora Pasir Pengaraian, Rabu (17/6/2026), menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan Kafilah Negeri Seribu Suluk sebelum berlaga pada MTQ Provinsi Riau yang akan digelar di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), pada 26 Juni hingga 3 Juli 2026 mendatang.
Sebanyak 72 peserta yang telah lolos seleksi dari berbagai cabang perlombaan mengikuti program pembinaan intensif tersebut. Mereka merupakan putra-putri terbaik Rokan Hulu yang akan membawa nama daerah dalam kompetisi keagamaan terbesar di Provinsi Riau.
Pembukaan Training Center dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, SH, MM. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Rohul H. Syofwan, S.Sos, Kepala Kantor Kemenag Rokan Hulu H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd.I, Kabag Kesra Setda Rohul Safrizal, AH, SE, M.Si, jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Rokan Hulu, para pelatih nasional maupun daerah, serta seluruh peserta dan official kafilah.
Suasana pembukaan berlangsung penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat mental bertanding menjelang kompetisi tingkat provinsi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, H. Zulkifli, dalam sambutannya menegaskan bahwa para peserta MTQ tidak hanya bertugas membawa nama baik daerah, tetapi juga menjadi duta yang mencerminkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Menurutnya, MTQ memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar perlombaan untuk meraih prestasi. Kegiatan tersebut merupakan sarana syiar Islam sekaligus wadah pembentukan karakter generasi Qurani yang mencintai, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ bukan hanya soal perlombaan atau meraih juara, tetapi lebih dari itu. MTQ adalah media syiar Islam dan pembentukan generasi yang mencintai, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu saya berharap seluruh peserta mengikuti proses pembinaan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” ujar H. Zulkifli.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin dan komitmen selama menjalani masa Training Center. Menurutnya, keberhasilan di arena MTQ tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh kerja keras, latihan yang konsisten, serta kesiapan mental yang matang.
Sementara itu, Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian penuh terhadap pembinaan generasi Qurani. Oleh karena itu, pelaksanaan Training Center tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai proses penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing kafilah Rohul.
Ia menegaskan bahwa program pemusatan latihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan peserta secara menyeluruh, mulai dari teknik membaca Al-Qur'an, penguasaan materi, ketahanan mental, hingga kesiapan menghadapi persaingan dengan kafilah dari kabupaten dan kota lain di Riau.
“Training Center ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah wadah yang sangat penting untuk mengasah kemampuan, memperbaiki kekurangan, memperkuat mental, dan meningkatkan kepercayaan diri para peserta. Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh agar seluruh peserta dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Rokan Hulu,” kata Syafaruddin Poti.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan MTQ sebagai momentum memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus menunjukkan bahwa Rokan Hulu memiliki generasi muda yang berprestasi dan berakhlak mulia.
Menurutnya, keberhasilan dalam MTQ tidak hanya diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam menjaga sikap, sportivitas, dan etika selama mengikuti perlombaan.
Di sisi lain, panitia pelaksana menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti Training Center merupakan hasil seleksi ketat dari MTQ tingkat Kabupaten Rokan Hulu. Mereka telah melalui berbagai tahapan penilaian sehingga terpilih sebagai wakil terbaik untuk tampil di tingkat provinsi.
Sebanyak 72 peserta tersebut akan bertanding pada sejumlah cabang yang menjadi andalan Rokan Hulu, di antaranya Cabang Seni Baca Al-Qur'an, Cabang Qira'at Al-Qur'an, dan Cabang Hafalan Al-Qur'an. Selama Training Center, para peserta akan mendapatkan pembinaan langsung dari pelatih berpengalaman, baik dari tingkat nasional maupun daerah.
Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada teknik perlombaan, tetapi juga mencakup pembinaan mental, penguatan pemahaman terhadap kaidah tajwid, irama bacaan, penguasaan maqamat, hingga strategi menghadapi penilaian dewan hakim.
Pelaksanaan Training Center ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di bidang keagamaan. Selain mengejar prestasi, pembinaan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang menjadi teladan di tengah masyarakat.
Dengan persiapan yang matang, dukungan pemerintah daerah, serta semangat para peserta yang tinggi, Kafilah Rokan Hulu optimistis mampu bersaing dengan 11 kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Riau. Harapan besar pun disematkan agar Negeri Seribu Suluk dapat kembali menorehkan prestasi gemilang dan meraih posisi terbaik pada MTQ ke-44 Provinsi Riau Tahun 2026.
Ajang MTQ bukan sekadar arena kompetisi, melainkan panggung untuk menunjukkan kualitas pembinaan keagamaan daerah. Bagi Rokan Hulu, keberangkatan kafilah ke Teluk Kuantan bukan hanya membawa misi prestasi, tetapi juga membawa semangat syiar Islam dan kebanggaan masyarakat Negeri Seribu Suluk di tingkat Provinsi Riau.(*02/cinta)








Tulis Komentar