IRT Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Kamar, Polisi Kejar Pelaku dan Selidiki Dugaan Curas

ROKAN HULU – Kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tengah menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial IN (50) ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar rumahnya di Dusun II Simpang Baru, Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Selasa (16/6/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka tusuk di bagian leher serta bercak darah yang memenuhi area sekitar tempat tidur. Peristiwa tragis tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat dan memicu penyelidikan intensif dari jajaran Kepolisian Sektor Ujung Batu bersama Satreskrim Polres Rokan Hulu.

Kapolsek Ujung Batu, KOMPOL Jusup Purba, SH, MH, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 10.30 WIB. Tim kepolisian langsung menuju lokasi guna mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus melakukan penyelidikan awal.

“Kami langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Prioritas kami saat itu adalah mengamankan TKP, mengumpulkan barang bukti, dan memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, penemuan jasad korban bermula ketika seorang rekan kerja suami korban datang ke rumah untuk mengajak suami korban berangkat bekerja. Namun, setelah beberapa kali memanggil dari luar rumah, tidak ada respons sama sekali dari penghuni rumah.
Merasa ada sesuatu yang tidak biasa, saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk memeriksa kondisi rumah. Saat itu, pintu rumah diketahui dalam keadaan tidak terkunci sehingga mereka memutuskan masuk ke dalam.

Begitu memasuki rumah, saksi dan warga mendapati kondisi ruangan tampak berantakan. Sejumlah barang terlihat berserakan, menimbulkan dugaan telah terjadi aksi kejahatan di lokasi tersebut.
Kecurigaan semakin kuat ketika mereka memeriksa salah satu kamar. Di atas tempat tidur terlihat sesosok tubuh yang tertutup sebagian dengan tikar. Setelah diperiksa lebih dekat, tubuh tersebut ternyata adalah korban yang sudah tidak bernyawa.

Bercak darah terlihat di sekitar tubuh korban. Menyadari adanya peristiwa serius, saksi segera berteriak meminta pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Tak lama berselang, personel Polsek Ujung Batu bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Satreskrim Polres Rokan Hulu tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan olah TKP secara menyeluruh guna mencari petunjuk yang dapat mengungkap identitas pelaku.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan adanya luka akibat benda tajam pada tubuh korban. Luka tersebut berada di bagian leher dan diduga menjadi penyebab utama kematian.

“Tim menemukan dua luka robek akibat tusukan benda tajam pada bagian leher korban, masing-masing satu di sisi kiri dan satu di sisi kanan. Luka tersebut diduga kuat menjadi penyebab kematian korban,” jelas KOMPOL Jusup Purba.

Untuk memastikan penyebab kematian secara medis, jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pasir Pengaraian guna menjalani visum et repertum.

Hasil pemeriksaan dokter forensik menunjukkan bahwa korban meninggal dunia akibat pendarahan hebat yang disebabkan oleh dua luka tusuk benda tajam di area leher.

Dokter forensik RSUD Pasir Pengaraian, dr. Citra Rasmi Dewanty, menyatakan bahwa luka yang dialami korban tergolong fatal dan menyebabkan korban kehilangan banyak darah dalam waktu singkat.
Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa korban merupakan korban tindak pidana pembunuhan.

Dalam upaya mengungkap kasus ini, penyidik juga melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dari keluarga, tetangga, serta sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas korban sebelum kejadian.
Dari hasil pendalaman sementara, diketahui korban pernah mengeluhkan adanya persoalan dalam kehidupan rumah tangganya.

Informasi tersebut kini menjadi salah satu bahan yang sedang didalami penyidik untuk mengetahui kemungkinan adanya keterkaitan dengan peristiwa yang terjadi.
Selain itu, sejumlah warga menyebut korban masih terlihat beraktivitas bersama suaminya pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia. Fakta tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian penyelidikan yang tengah dilakukan aparat kepolisian.

Tidak hanya fokus pada dugaan pembunuhan, polisi juga menemukan indikasi adanya tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas).

Indikasi tersebut muncul setelah satu unit sepeda motor milik korban diketahui hilang. Saat olah TKP dilakukan, kendaraan tersebut tidak ditemukan baik di dalam rumah maupun di sekitar pekarangan.

Hilangnya sepeda motor itu memunculkan dugaan bahwa pelaku tidak hanya menghabisi nyawa korban, tetapi juga membawa kabur barang berharga milik korban.

Meski demikian, polisi masih mendalami apakah motif utama pelaku adalah pencurian yang berujung pembunuhan atau terdapat motif lain yang melatarbelakangi aksi kejahatan tersebut.

Sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Barang-barang tersebut akan diperiksa secara mendalam guna mencari jejak yang dapat mengarah kepada pelaku.

Sementara itu, pihak keluarga korban memilih tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Setelah menandatangani surat penolakan autopsi, keluarga membawa jenazah korban ke rumah duka untuk dimakamkan.

Meski autopsi tidak dilakukan, penyidik tetap memiliki dasar kuat untuk melanjutkan proses hukum berdasarkan hasil visum, temuan di TKP, barang bukti, serta keterangan para saksi.
Kapolsek Ujung Batu menegaskan bahwa pihaknya bersama Satreskrim Polres Rokan Hulu terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Polisi mengaku telah mengantongi sejumlah petunjuk penting yang mengarah kepada identitas tertentu.

“Kami terus bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini. Sejumlah saksi sudah diperiksa, barang bukti telah diamankan, dan tim di lapangan masih melakukan pengejaran. Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan,” tegasnya.

Kasus pembunuhan sadis yang menewaskan seorang ibu rumah tangga ini menjadi pengingat bahwa tindak kriminal masih dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Masyarakat berharap aparat kepolisian segera berhasil mengungkap pelaku beserta motif di balik peristiwa tersebut sehingga keluarga korban memperoleh keadilan dan rasa aman di tengah masyarakat dapat kembali terjaga.(01/Leli)