Keluhan Pelanggan MyRepublic: Merasa Dirugikan Akibat Miskomunikasi dan Pemutusan Layanan

Kampar – Sejumlah pelanggan layanan internet MyRepublic mengaku kecewa terhadap sistem pelayanan dan prosedur yang diterapkan perusahaan penyedia jasa internet tersebut. Salah satunya dialami Raisya, warga Perumahan Tarai Bangun, Kabupaten Kampar, yang merasa dirugikan akibat informasi yang dinilai tidak jelas sejak awal pemasangan layanan.

Raisya menuturkan, awalnya ia tertarik memasang layanan internet MyRepublic setelah didatangi oleh seorang sales yang menawarkan paket internet dengan kecepatan terendah dan biaya berlangganan sekitar Rp218 ribu per bulan.

Menurutnya, saat proses penawaran, sales tersebut menjanjikan akan membantu sebagian biaya tagihan pada masa awal pemasangan. Namun, berbagai ketentuan penting terkait layanan internet tidak dijelaskan secara rinci kepada dirinya.

"Sales hanya menjelaskan soal paket dan biaya bulanan. Tidak ada penjelasan mengenai aturan suspend, kewajiban pembayaran saat jaringan tidak digunakan, maupun prosedur pelaporan gangguan jaringan," ujar Raisya, Minggu (14/6/2026).

Raisya mengaku sempat diminta mentransfer uang sebesar Rp100 ribu kepada sales tersebut dengan alasan telah lebih dahulu menalangi biaya pemasangan. Saat itu ia juga diinformasikan bahwa bulan Maret tidak dikenakan biaya alias gratis, sehingga pembayaran berikutnya baru dilakukan pada awal April 2026.
Setelah pemasangan berlangsung sekitar tiga hari, masalah mulai muncul. Sebagai pekerja yang mengelola beberapa situs web, Raisya mendapati sejumlah link dan akses yang dibutuhkan untuk pekerjaannya tidak dapat dibuka melalui jaringan internet tersebut.

Ketika keluhan disampaikan kepada sales, ia mengaku mendapat penjelasan bahwa terdapat beberapa akses yang harus mendapatkan persetujuan dari pihak MyRepublic terlebih dahulu.

"Yang penting Google dan YouTube bisa dibuka, begitu kata sales. Padahal tujuan saya memasang internet bukan hanya untuk itu, tetapi untuk mendukung pekerjaan," jelasnya.
Karena tidak mendapatkan kepastian penyelesaian masalah, Raisya akhirnya menghubungi layanan pelanggan MyRepublic secara langsung. Setelah laporan diterima, petugas teknis datang ke rumah dan membantu melakukan pengaturan jaringan hingga beberapa akses yang sebelumnya bermasalah dapat digunakan.

Pada 7 April 2026, Raisya melakukan pembayaran sesuai arahan yang diterimanya. Namun, menjelang akhir bulan, tepatnya sekitar 29 April 2026, koneksi internet mendadak terputus.
Saat melaporkan gangguan tersebut, ia mendapat informasi bahwa status layanan sedang dalam kondisi suspend dan harus dilakukan pembayaran kembali agar dapat diaktifkan.

"Saya kemudian menanyakan kepada sales mengenai jadwal pembayaran yang sebenarnya. Namun, jawaban yang saya terima hanya diarahkan untuk menanyakan ke kantor," katanya.
Masalah semakin rumit ketika pada awal Mei 2026 dirinya harus meninggalkan rumah karena orang tuanya meninggal dunia dan ia pulang ke Jambi. Dalam kondisi tersebut, layanan internet di rumahnya masih dalam keadaan terputus.

Meski demikian, pada 31 Mei 2026 ia berinisiatif melakukan pembayaran tagihan agar layanan dapat kembali digunakan. Setelah pembayaran dilakukan, jaringan internet sempat kembali normal hingga pertengahan Juni.

Pada 13 Juni 2026, Raisya kemudian meminta bantuan kepada petugas untuk mengganti kata sandi WiFi. Ia diarahkan mengikuti panduan melalui video yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp.
Namun setelah penggantian kata sandi dilakukan, perangkat menunjukkan sinyal WiFi dalam kondisi kuat, tetapi tidak dapat terhubung ke internet. Ia pun menunggu hingga malam hari untuk mendapatkan solusi dari pihak penyedia layanan.

Keesokan harinya, Minggu (14/6/2026), Raisya kembali menghubungi petugas layanan pelanggan. Ia mengaku terkejut setelah menerima balasan yang menyebutkan bahwa status layanan kembali mengalami suspend karena belum melakukan pembayaran.
"Status suspend kak, belum bayar WiFi-nya kak," demikian balasan yang diterima Raisya melalui pesan WhatsApp.

Mendapat jawaban tersebut, Raisya langsung menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan pembayaran pada 31 Mei 2026 dan saat itu masih berada dalam periode berjalan hingga pertengahan Juni.
"Saya sudah membayar tanggal 31 Mei, tapi sekarang baru tanggal 14 Juni. Kenapa kembali disuspend?" ujarnya mempertanyakan.

Hingga berita ini diturunkan, Raisya mengaku belum menerima penjelasan lanjutan maupun solusi dari pihak MyRepublic terkait status layanan internet yang dialaminya.
Ia berharap pihak perusahaan dapat memberikan klarifikasi serta penyelesaian yang adil atas permasalahan yang menurutnya telah menimbulkan kerugian sebagai pelanggan.
"Saya hanya ingin mendapatkan pelayanan yang jelas dan sesuai dengan apa yang dijanjikan sejak awal pemasangan," tutupnya.

Sementara itu, pihak MyRepublic belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan pelanggan tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh penjelasan dari pihak perusahaan mengenai permasalahan yang terjadi.(01/Leli)