HUT Bhayangkara Ke-80, Gotong Royong Lintas Sektor Percantik Jembatan Lima’u Manis, Pererat Persatuan Kampar dan Kampar Utara
KAMPAR – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali menjadi kekuatan utama masyarakat Kabupaten Kampar. Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, unsur pemerintah, TNI, Polri, perangkat desa, hingga masyarakat dari dua kecamatan bersatu dalam kegiatan bhakti sosial di kawasan Jembatan Lima’u Manis, Jumat (12/6/2026).
Sejak pagi hari, suasana penuh semangat terlihat di lokasi kegiatan. Jembatan Lima’u Manis yang menjadi akses penghubung antara Kecamatan Kampar dan Kecamatan Kampar Utara dipadati peserta yang datang dengan satu tujuan yang sama, yakni membersihkan lingkungan sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarwarga dan antarinstansi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB tersebut diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid, SH. Hadir dalam kegiatan itu Camat Kampar Sendy Septian, SE, MM, Camat Kampar Utara Samsurizal, SE, perwakilan Danramil 07/Kampar SERMA Ali Irwanto, Kanit Sabhara IPTU Taufik Hidayat, Kanit Bimas IPTU Juli Suprial Ritonga, para kepala seksi dari kedua kecamatan, personel Polsek Kampar, anggota Satpol PP, jajaran Koramil, kepala desa beserta perangkat desa, serta masyarakat dari Desa Muara Jalai, Desa Lima’u Manis dan wilayah sekitarnya.
Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat Bhayangkara tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid menegaskan bahwa kegiatan bhakti sosial yang dilaksanakan merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus sarana mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Menurutnya, Jembatan Lima’u Manis memiliki nilai strategis dan simbolis karena menjadi jalur penghubung aktivitas masyarakat dari dua kecamatan yang selama ini memiliki hubungan sosial dan ekonomi yang erat.
“Bhakti sosial ini bukan sekadar membersihkan jembatan. Kegiatan ini adalah simbol kebersamaan, persatuan, dan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-80. Jembatan ini menghubungkan dua wilayah, dan hari ini kita bersama-sama menunjukkan bahwa kebersamaan adalah jembatan yang sesungguhnya dalam membangun daerah,” ujar AKP Asdisyah Mursyid.
Ia juga menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat.
“HUT Bhayangkara bukan hanya milik institusi Polri. Ini adalah momentum bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin perayaan ini dirasakan langsung melalui kegiatan yang positif dan berdampak,” tambahnya.
Senada dengan itu, Camat Kampar Sendy Septian menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai gotong royong merupakan budaya luhur bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan berbagai unsur lainnya.
“Jembatan Lima’u Manis adalah fasilitas publik yang setiap hari digunakan masyarakat. Ketika kita merawat dan membersihkannya bersama-sama, kita sedang menunjukkan rasa memiliki terhadap daerah ini. Semangat seperti inilah yang harus terus hidup di tengah masyarakat,” kata Sendy.
Sementara itu, Camat Kampar Utara Samsurizal menilai kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana batas administrasi tidak menghalangi terjalinnya kerja sama yang harmonis antarwilayah.
Ia mengatakan bahwa kolaborasi antara Kecamatan Kampar dan Kecamatan Kampar Utara selama ini telah berjalan baik, dan kegiatan gotong royong lintas sektor tersebut semakin memperkuat hubungan yang sudah terjalin.
“Sering kali batas wilayah dianggap sebagai pemisah. Namun hari ini kita membuktikan bahwa batas wilayah justru bisa menjadi pengikat untuk membangun kerja sama yang lebih kuat demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Usai apel dan pengarahan, seluruh peserta langsung bergerak membersihkan area jembatan dan lingkungan sekitarnya. Dengan membawa sapu, parang, cangkul, karung sampah, hingga alat pemotong rumput, mereka bekerja secara bergotong royong tanpa memandang jabatan maupun latar belakang.
Beberapa kelompok fokus membersihkan trotoar dan pagar jembatan yang mulai dipenuhi lumut dan kotoran. Kelompok lainnya turun ke bantaran sungai untuk mengangkat sampah yang tersangkut di sekitar aliran air. Sementara sebagian peserta merapikan tanaman dan semak-semak yang tumbuh di sekitar jembatan agar terlihat lebih rapi dan nyaman dipandang.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Banyak warga yang datang secara sukarela bahkan membawa perlengkapan kebersihan sendiri untuk membantu kelancaran kegiatan.
Salah seorang warga Desa Lima’u Manis, Samsudin (52), mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, gotong royong seperti itu tidak hanya membuat lingkungan menjadi bersih, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga.
“Jembatan ini setiap hari kami gunakan untuk beraktivitas. Kami senang bisa ikut membersihkannya bersama-sama. Selain lingkungan jadi bersih, kami juga bisa berkumpul dan mempererat silaturahmi dengan warga dari kecamatan lain,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari unsur TNI. Perwakilan Danramil 07/Kampar, SERMA Ali Irwanto, menegaskan bahwa TNI akan selalu siap mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan sejahtera.
“Ketika seluruh unsur bersatu seperti ini, hasilnya akan sangat positif. Tidak hanya lingkungan yang menjadi lebih baik, tetapi juga hubungan antarinstansi dan masyarakat semakin erat,” katanya.
Setelah hampir dua jam bekerja bersama, perubahan di Jembatan Lima’u Manis terlihat sangat nyata. Area jembatan yang sebelumnya dipenuhi sampah, rumput liar dan lumut kini tampak lebih bersih, tertata dan nyaman dilalui pengguna jalan.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 WIB dengan suasana penuh kehangatan. Senyum dan rasa puas terlihat di wajah para peserta yang berhasil menyelesaikan pekerjaan bersama-sama.
Melalui kegiatan bhakti sosial tersebut, semangat HUT Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang mempererat persatuan dan kepedulian sosial. Jembatan Lima’u Manis pun menjadi saksi bagaimana kebersamaan mampu menghubungkan bukan hanya dua kecamatan, tetapi juga hati dan semangat seluruh masyarakat untuk membangun Kabupaten Kampar yang lebih maju, bersih dan harmonis.(*02/cinta)








Tulis Komentar