Kuansing Matangkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau 2026, Lebih dari 4.000 Peserta Siap Semarakkan Teluk Kuantan
TELUK KUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus memantapkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026. Salah satu agenda yang menjadi perhatian serius adalah pelaksanaan pawai ta’aruf, yang merupakan rangkaian pembuka sekaligus simbol penyambutan bagi seluruh kafilah dan tamu yang akan hadir di Negeri Jalur.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rapat teknis pelaksanaan pawai ta’aruf yang digelar di Teluk Kuantan, Senin (9/6/2026). Rapat tersebut dipimpin oleh Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, yang diwakili oleh Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kuansing, Drs. Azhar, serta dihadiri berbagai unsur panitia, perangkat daerah, dan pihak terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, berbagai aspek teknis menjadi fokus pembahasan, mulai dari rute pawai, pengaturan peserta, hingga penempatan marching band yang akan mengiringi jalannya kegiatan. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh rangkaian pawai berlangsung tertib, aman, dan mampu memberikan kesan terbaik bagi seluruh peserta maupun masyarakat yang menyaksikan.
Asisten III Setda Kuansing, Azhar, mengatakan bahwa pawai ta’aruf bukan sekadar kegiatan seremonial dalam pembukaan MTQ. Lebih dari itu, pawai menjadi momentum untuk menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Kuansing dalam menyambut dan menyukseskan ajang keagamaan terbesar di Provinsi Riau tersebut.
“Pawai ta’aruf merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian MTQ. Ini menjadi simbol penyambutan sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Kuantan Singingi dalam mendukung pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau,” ujar Azhar.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam rapat teknis kali ini adalah keberadaan lima grup marching band yang akan ikut mengiringi peserta pawai. Kehadiran marching band diyakini akan menambah kemeriahan suasana, namun juga membutuhkan pengaturan yang matang agar tidak mengganggu kelancaran jalannya pawai.
“Dalam rapat hari ini kami membahas teknis pelaksanaan pawai ta’aruf. Nantinya akan ada lima marching band yang mengiringi peserta pawai. Tentu hal ini membutuhkan pengaturan dan penempatan yang tepat agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan tertib,” jelasnya.
Azhar menambahkan, rute pawai ta’aruf tetap menggunakan jalur yang telah ditetapkan sebelumnya. Para peserta akan memulai perjalanan dari kawasan depan Kantor Pos Teluk Kuantan dan berakhir di kawasan Taman Jalur, yang merupakan salah satu ikon kebanggaan masyarakat Kuansing.
Rute tersebut dipilih karena dinilai mampu menampung jumlah peserta yang besar sekaligus memberikan ruang yang cukup bagi masyarakat untuk menyaksikan jalannya pawai. Selain itu, lokasi tersebut juga berada di pusat kota sehingga dapat menghadirkan suasana yang meriah dan semarak.
Tak hanya melibatkan kafilah dan peserta MTQ, pawai ta’aruf juga akan menjadi ajang unjuk kreativitas seluruh kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi. Setiap kecamatan akan mengirimkan peserta yang melibatkan kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.
Menariknya, masing-masing kecamatan juga akan menampilkan atraksi budaya bernuansa Islami yang menjadi ciri khas daerah mereka. Kehadiran atraksi budaya tersebut diharapkan dapat memperkaya warna pawai sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para tamu dan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Riau.
“Setiap kecamatan akan mengikuti pawai dengan melibatkan seluruh kepala desa serta menampilkan budaya yang bernuansa Islami. Ini menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk menyemarakkan MTQ sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang dimiliki Kuantan Singingi,” tambah Azhar.
Pelaksanaan pawai ta’aruf tahun ini diperkirakan akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraan MTQ di Kuansing. Berdasarkan data sementara, jumlah peserta yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi diperkirakan mencapai lebih dari 4.000 orang.
Jumlah tersebut belum termasuk peserta dari kafilah kabupaten dan kota lain yang akan hadir mengikuti MTQ tingkat Provinsi Riau. Karena itu, panitia terus melakukan berbagai persiapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan berarti.
“Peserta pawai dari Kuansing diperkirakan lebih dari 4.000 orang. Kita ingin pelaksanaan pawai ta’aruf ini berlangsung meriah, tertib, dan menjadi gambaran semangat masyarakat Kuantan Singingi dalam menyukseskan MTQ,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau tahun ini. Selain menjadi ajang syiar Islam dan pengembangan kemampuan membaca serta memahami Al-Qur’an, MTQ juga diyakini mampu memberikan dampak positif bagi daerah, terutama dalam sektor ekonomi, pariwisata, dan promosi budaya.
Kehadiran ribuan peserta, official, tamu undangan, serta masyarakat dari berbagai daerah diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Hotel, penginapan, rumah makan, pelaku UMKM, hingga sektor jasa lainnya diprediksi akan merasakan manfaat langsung dari pelaksanaan kegiatan tersebut.
Di sisi lain, momentum MTQ juga menjadi kesempatan emas bagi Kuansing untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah, termasuk budaya Pacu Jalur yang telah dikenal luas, destinasi wisata, serta keramahan masyarakatnya kepada para tamu yang datang.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan turut berpartisipasi menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban selama pelaksanaan MTQ berlangsung. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan penyelenggaraan MTQ yang sukses dan berkesan.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi optimistis MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 akan berlangsung sukses. Pawai ta’aruf yang melibatkan ribuan peserta diharapkan menjadi pembuka yang spektakuler, menampilkan semangat religius, kekayaan budaya, serta kekompakan masyarakat Kuansing dalam menyambut tamu dari seluruh penjuru Riau. Sebuah momentum yang tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga memperlihatkan wajah Kuantan Singingi sebagai tuan rumah yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta dan masyarakat.(ADV)








Tulis Komentar